Crest Water Pte Ltd Pastikan akan Bangun Fasilitas Logistik dan Laoratorium di Indonesia Tahun 2025 Ini

Avatar photo

- Pewarta

Kamis, 6 Maret 2025 - 12:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Riki Ibrahim bersams pihak Crest Water Pte Ltd di Bangkok, Thailad. (Dok. Pribadi)

Riki Ibrahim bersams pihak Crest Water Pte Ltd di Bangkok, Thailad. (Dok. Pribadi)

THAILAND – Crest Water Pte Ltd menyampaikan bahwa pemerintahan Prabowo Subianto sangat berkomitmen untuk memastikan masuknya produsen teknologi baru ke tanah air.

Hal ini menunjukkan dukungan penuh dari pemerintah terhadap inovasi dan kemajuan industri teknologi.

Sehingga menjadi peluang besar bagi Crest Water Pte Ltd untuk lebih berkembang dan memberikan kontribusi positif di Indonesia.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Crest Water Pte Ltd memastikan akan segera membangun fasilitas logistik dan laboratorium di Indonesia, serupa dengan yang ada di Bangkok.

Pada acara pertemuan tahunan di Bangkok, pihak Crest Water menyampaikan hal itu kepada salah satu anggota dewan juri IBEA (Indonesia Best Electricity Award), Riki Ibrahim.

Riki adalah Dewan pakar Forum Sinergi Inovasi Industri Tender Indonesia, yang juga anggota dewan pakar MKI (Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia).

Riki yang pernah Dirut PT Geo Dipa Energi (Persero) periode 2016 – 2022 mengatakan, solusi perawatan berbasis Polymer yang dirancang untuk menggantikan penggunaan Acid/H2SO4 yang korosif, akan mengatasi masalah.

“Seperti penumpukan kerak pada pipa, katup, dan perlengkapan, penumpukan mineral pada mesin, serta mengurangi biaya pemeliharaan akibat downtime pada Power Plant atau Sumur Geotermal/Oil & Gas ” kata Riki.

Dengan dukungan riset dan pengembangan yang mendalam serta harga yang kompetitif dibandingkan pemasok lainnya, maka industri Ketenagalistrikan, Geotermal, dan Oil & Gas di Indonesia dapat menurunkan biaya operasionalnya.

Bagi masyarakat umum yang belum banyak memahami mengenai polymer, Riki menjelaskan bahwa polymer bekerja dengan melonggarkan dan menyebarkan kerak seperti silica dan kalsium karbonat pada pipa, katup, atau sumur.

Selain menghilangkan kerak, polymer juga mencegah terbentuknya kerak baru dengan melapisi permukaan.

Sehingga mempermudah pembersihan dan membuatnya lebih mudah terlepas. Karena efektivitasnya, banyak industri di seluruh dunia yang menggunakannya.

Dosen energi terbarukan program S2 di Universitas Darma Persada itu dalam penjelasannya menekankan keuntungan teknologi asing membangun pabrik di Indonesia.

Antara lain akses ke pasar besar, biaya tenaga kerja yang lebih rendah, ketersediaan sumber daya alam, serta insentif pajak dan infrastruktur yang berkembang.

Selain itu, Indonesia juga menawarkan potensi pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan peluang untuk transfer teknologi serta pengembangan industri lokal. ***

Berita Terkait

Tambang di Pulau Kecil Tanpa AMDAL: Raja Ampat Terancam Jadi Korban Eksploitasi Nikel Ilegal dan Sistemik
Strategi Hemat Tampil di Media Online Menjadi Salah Satu Alasan Pentingnya UMKM Publikasi Press Release
PK Usut Suap Izin PLTU 2 Cirebon, Herry Jung Tak Berkomentar
PM Tiongkok dan Presiden Prabowo Bahas Penguatan Industri dan Perdagangan
12 Kesepakatan Baru Indonesia-Tiongkok: Fokus pada Pembangunan Berkelanjutan
Prabowo Subianto Buka IPA Convex 2025, Forum Migas Asia Tenggara yang Diikuti 60 Negara Peserta
Jokowi Klarifikasi Ijazah di Bareskrim Polri, Mengaku Sedih tapi Siap Hadapi Proses Hukum Sampai Tuntas
Di Tengah Pusaran Hoaks dan Gugatan Hukum, Secarik Ijazah Menjadi Medan Politik yang Absurd

Berita Terkait

Senin, 9 Juni 2025 - 13:50 WIB

Tambang di Pulau Kecil Tanpa AMDAL: Raja Ampat Terancam Jadi Korban Eksploitasi Nikel Ilegal dan Sistemik

Jumat, 30 Mei 2025 - 07:21 WIB

Strategi Hemat Tampil di Media Online Menjadi Salah Satu Alasan Pentingnya UMKM Publikasi Press Release

Selasa, 27 Mei 2025 - 10:47 WIB

PK Usut Suap Izin PLTU 2 Cirebon, Herry Jung Tak Berkomentar

Selasa, 27 Mei 2025 - 09:00 WIB

PM Tiongkok dan Presiden Prabowo Bahas Penguatan Industri dan Perdagangan

Senin, 26 Mei 2025 - 11:50 WIB

12 Kesepakatan Baru Indonesia-Tiongkok: Fokus pada Pembangunan Berkelanjutan

Berita Terbaru